Bina ALMS Dismatau Gelar Pelatihan Simtelogau, Tingkatkan Kompetensi Operator Logistik TNI AU
Jakarta, 23 April 2025 — Dalam rangka mendukung modernisasi logistik dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Bina ALMS Dismatau menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi Logistik TNI Angkatan Udara (Simtelogau), bertempat di Ruang Kelas Bina ALMS Dismatau, Jakarta, Rabu (23/4).
Pelatihan ini diikuti oleh para operator Simtelog dari Lanud Halim Perdanakusuma dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis serta keterampilan pengoperasian sistem logistik digital yang terintegrasi dan real-time.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Informasi dan Pengolahan Data TNI AU (Disinfolahtaau) dan Dinas Materiel TNI AU (Dismatau). Hadir dalam pembukaan kegiatan antara lain:
- Marsma TNI B. Antar Samodra (Kadisinfolahtaau)
- Kolonel Kal Edi Siswoyo, S.E., M.M. (Sesdismatau), mewakili Kadismatau Marsma TNI R. Moch. Rosydi, S.I.P., M.M.
- Letkol Tek Tofan Fajar Mulia, S.E., M.I.Pol. (Kadislog Lanud Halim), mewakili Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Muzafar, S.Sos., M.M.
Dalam sambutan tertulis Danlanud Halim yang dibacakan Kadislog, disebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi menyiapkan personel logistik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan operator Simtelogau dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengoperasikan sistem secara efektif, efisien, dan terintegrasi untuk mendukung pengelolaan logistik yang tertib, akuntabel, dan responsif,” ujar Danlanud dalam sambutannya.
Sesi pelatihan meliputi teori dan praktik langsung, mencakup prosedur input data, manajemen inventaris, pelaporan digital, serta pemanfaatan maksimal fitur-fitur Simtelogau.
Dalam sambutannya, Kadisinfolahtaau menekankan pentingnya kompetensi operator logistik dalam pengelolaan aplikasi Simtelogau, baik pada aspek pengadaan, pembekalan, maupun pemeliharaan. Sementara itu, Sesdismatau mengingatkan bahwa penguasaan Simtelogau menjadi indikator keberhasilan alur kegiatan logistik serta representasi tanggung jawab pengguna melalui user ID masing-masing.
Tiga poin penting penekanan Kadismatau terkait penggunaan dan pemahaman terhadap SIMTELOGAU yaitu :
Pertama, SIPMAT Merupakan Kompetensi Wajib Perwira Korps Pembekalan TNI AU.
SIPMAT (Sistem Informasi Pembinaan Materiel TNI AU) merupakan salah satu dari sembilan kompetensi inti perwira Korps Pembekalan, yang wajib dikuasai dalam mendukung pengelolaan logistik dan BMN secara menyeluruh.
SIMTELOGAU sebagai bagian dari SIPMAT berperan sebagai sistem logistik terintegrasi yang mendukung efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Penguasaan terhadap SIMTELOGAU menjadi keharusan bagi personel logistik, baik fungsional maupun struktural.
Kedua, SIMTELOGAU Menjadi Indikator Kinerja Logistik TNI AU.
Penerapan SIMTELOGAU secara konsisten menjadi indikator keberhasilan logistik di TNI AU, karena sistem ini mengintegrasikan seluruh tahapan—perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
Kelalaian dalam penginputan, keterlambatan pembaruan, atau ketidakakuratan data dapat mengganggu validitas dan akurasi logistik. Dengan demikian, SIMTELOGAU mencerminkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme personel logistik.
Ketiga, User ID Merupakan Representasi Tanggung Jawab Pribadi
Setiap pengguna SIMTELOGAU memiliki User ID yang terhubung dengan identitas dan jabatan, sehingga seluruh aktivitas terekam dan dapat ditelusuri.
Oleh karena itu, pengguna dituntut tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga sadar akan tanggung jawab etis, administratif, dan hukum dari setiap tindakan dalam sistem.
Pelatihan ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta. Mayoritas peserta menyatakan pelatihan sangat membantu dalam peningkatan kemampuan teknis, sekaligus memperkuat implementasi sistem logistik digital di satuan kerja.
Dengan kegiatan ini, TNI AU, khususnya Lanud Halim Perdanakusuma, menunjukkan komitmennya dalam mendukung program transformasi digital logistik dan peningkatan profesionalisme personel melalui penguatan pemanfaatan teknologi informasi.








